kesunyian tersaji dalam malam yang murung
bulan merenung di pojok alam semesta
awan hitam menyelimuti kekosongan
bumi menjadi korban
karena hilangnya
bintang
Sidoarjo, 23 Februari 2026
kesunyian tersaji dalam malam yang murung
bulan merenung di pojok alam semesta
awan hitam menyelimuti kekosongan
bumi menjadi korban
karena hilangnya
bintang
Sidoarjo, 23 Februari 2026
Di hari murung
pohon-pohon termenung
korupsi datang
ghulul terjadi
melahap dana kami.
Sungguh kejam mereka.
Sidoarjo, 23 Februari 2026
Ada sendu yang tak pernah terungkap – pakgnuret hanrep kat gnay udnes adA
Sendu yang membayangi
rasa rindu – udnir asar ignayabmem gnay udneS
Atma kembali ke rahim
tanah – hanat mihar ek ilabmek amtA
Meninggalkan segudang
harapan dan ingatan – natangi nad naparah gnaduges naklaggnineM
Kenelangsaan dibalas
kepergian – anigrepek salabid naasgnaleneK
Kepergian dibalas bunga
yang menghiasi liang lahatmu – umtahal angil isaihgnem gnay agnub salabid
naigrepeK
Sidoarjo, 23 Februari 2026
hari demi hari berlalu
terbayang nostalgia
yang terkubur dalam raga
celoteh kenelangsaan
mengalir di antara rongga dada
ingatan menyampaikan kesunyian
yang tumbuh di masa lampau
apa gunanya kau terpaku di sini?
mengapa masa depan tak menyeleksimu?
apakah masa lalu tak tega
melepaskan ragamu?
segelintir doa saja tak akan bisa
menganyam masa depanmu sendiri
peron demi peron
akan mengantarmu kelautan jerih payah
berusaha dan berikhtiar
akan jadi jalan terjernih
teman satu-satunya
adalah bulan
yang menyajikan pertemanan
walau tak sempat berkenalan.
Sidoarjo. 12,02,2026
Syukurku mengalir bagai sungai yang tak pernah kering. langit menenun doa dengan benang cahaya bening, angin berbisik lembut mengajarkan a...