Syukurku mengalir bagai sungai yang tak pernah kering.
Sabtu, 28 Maret 2026
AMPUNAN
Jumat, 27 Maret 2026
LAUT
laut menangis seperti langit yang
kehilangan bintang.
ombak membawa luka, seolah surat sedih
dari alam.
karang memucat bagai kota tua yang
ditinggalkan waktu.
angin berbisik lirih, meminta manusia
belajar menjaga.
Sidoarjo, 23 Maret 2026
ADOLF HITLER
Bayang sejarah mencatat nama Adolf
Hitler dalam halaman yang kelam.
Ambisi yang menjulang seperti api, namun
membakar dunia dalam luka.
Perang dan tangis menjadi gema panjang di
lorong waktu.
Dari kisah itu, manusia belajar: kekuasaan tanpa nurani
adalah badai yang meruntuhkan.
Sejarah pun berbisik, agar masa depan
tidak mengulang malam yang sama.
Sidoarjo 20 Maret 2026
DAUN-DAUN MAAF
maafku berjalan pelan seperti hujan yang
jatuh di pagi sunyi.
kata-kataku gemetar, bagai daun kecil di
tangan angin.
aku tahu hatiku pernah menjadi langit yang
mendung bagi ayah dan ibu.
kini sesalku mengalir seperti sungai yang
mencari lautnya.
semoga maafku diterima, seperti matahari
yang selalu pulang ke pagi.
Sidoarjo, 19 Maret 2026
AYAH
Ayah berjalan menantang manas yang
menyala demi kami
Keringatnya jatuh seperti hujan kecil yang
setia demi kami
langkahnya tetap tegak meski lelah
memeluk hari demi kami
Dan mimpinya tumbuh seperti matahari di
dadanya demi kami.
Sidoarjo, 19 Maret 2026
PESAN TERAKHIR IBU
di senja yang merah seperti luka langit,
ibu memanggil namaku.
suaranya angin lembut yang menenangkan
badai di dada
"hidup ini lautan," katanya, "tapi harapan
adalah perahu kecilmu."
tangannya daun tua yang tetap teduh
menyentuh waktuku.
doanya berupa burung yang terbang
mengikuti langkahku.
dan di hatiku, pesannya tumbuh menjadi matahari yang tak padam.
Sidoarjo, 16 Maret 2026
Minggu, 01 Maret 2026
KELUH KESAH PENGERAS SUARA
Tak ada satupun yang peduli
nasib malang pengeras suara
yang terpaksa mendengar orasi palsu
dari para calon pemimpin bayangan
yang mengikrarkan janji di atas kertas
berbalut kedustaan.
Tak ada satupun yang peduli
sesuatu yang mengendap di benaknya
karena di paksa mendengar
kebohongan ketimbang realita.
Celoteh mereka lebih pahit
dari kopi tanpa gula dan susu
"apa gunanya Graham Bell menciptakanku dahulu, jika-
hanya digunakan untuk menentang kejujuran?" ungkapnya sambil mempertanyakan.
"memang terkadang kemunafikan lebih diuntungkan ketimbang
realita yang sulit terbaca oleh mata orang-orang yang meminta diunggulkan dengan
cara-cara di luar akal sehat manusia."
Sidoarjo, 2 Maret 2026
SYUKURKU
Syukurku mengalir bagai sungai yang tak pernah kering. langit menenun doa dengan benang cahaya bening, angin berbisik lembut mengajarkan a...
-
Aku memohon di sunyi yang menggigil, dosaku berbisik seperti bayang yang tak pernah pergi. Aku memohon pada-Mu dengan hati yang rapuh, ampun...
-
di senja yang merah seperti luka langit, ibu memanggil namaku. suaranya angin lembut yang menenangkan badai di dada "hidup ini lautan...
-
Bayang sejarah mencatat nama Adolf Hitler dalam halaman yang kelam. Ambisi yang menjulang seperti api, namun membakar dunia dalam luka. Per...






.jpg)