Minggu, 01 Maret 2026

KELUH KESAH PENGERAS SUARA


Tak ada satupun yang peduli

nasib malang pengeras suara

yang terpaksa mendengar orasi palsu

dari para calon pemimpin bayangan

yang mengikrarkan janji di atas kertas

berbalut kedustaan.


Tak ada satupun yang peduli

sesuatu yang mengendap di benaknya

karena di paksa mendengar

kebohongan ketimbang realita.


Celoteh mereka lebih pahit

dari kopi tanpa gula dan susu

"apa gunanya Graham Bell menciptakanku dahulu, jika-

hanya digunakan untuk menentang kejujuran?" ungkapnya sambil mempertanyakan.


"memang terkadang kemunafikan lebih diuntungkan ketimbang

realita yang sulit terbaca oleh mata orang-orang yang meminta diunggulkan dengan

cara-cara di luar akal sehat manusia."


Sidoarjo, 2 Maret 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SYUKURKU

  Syukurku mengalir bagai sungai yang tak pernah kering. langit menenun doa dengan benang cahaya bening, angin berbisik lembut mengajarkan a...