Tak ada satupun yang peduli
nasib malang pengeras suara
yang terpaksa mendengar orasi palsu
dari para calon pemimpin bayangan
yang mengikrarkan janji di atas kertas
berbalut kedustaan.
Tak ada satupun yang peduli
sesuatu yang mengendap di benaknya
karena di paksa mendengar
kebohongan ketimbang realita.
Celoteh mereka lebih pahit
dari kopi tanpa gula dan susu
"apa gunanya Graham Bell menciptakanku dahulu, jika-
hanya digunakan untuk menentang kejujuran?" ungkapnya sambil mempertanyakan.
"memang terkadang kemunafikan lebih diuntungkan ketimbang
realita yang sulit terbaca oleh mata orang-orang yang meminta diunggulkan dengan
cara-cara di luar akal sehat manusia."
Sidoarjo, 2 Maret 2026
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar