di senja yang merah seperti luka langit,
ibu memanggil namaku.
suaranya angin lembut yang menenangkan
badai di dada
"hidup ini lautan," katanya, "tapi harapan
adalah perahu kecilmu."
tangannya daun tua yang tetap teduh
menyentuh waktuku.
doanya berupa burung yang terbang
mengikuti langkahku.
dan di hatiku, pesannya tumbuh menjadi matahari yang tak padam.
Sidoarjo, 16 Maret 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar