hari demi hari berlalu
terbayang nostalgia
yang terkubur dalam raga
celoteh kenelangsaan
mengalir di antara rongga dada
ingatan menyampaikan kesunyian
yang tumbuh di masa lampau
apa gunanya kau terpaku di sini?
mengapa masa depan tak menyeleksimu?
apakah masa lalu tak tega
melepaskan ragamu?
segelintir doa saja tak akan bisa
menganyam masa depanmu sendiri
peron demi peron
akan mengantarmu kelautan jerih payah
berusaha dan berikhtiar
akan jadi jalan terjernih
teman satu-satunya
adalah bulan
yang menyajikan pertemanan
walau tak sempat berkenalan.
Sidoarjo. 12,02,2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar